Judul : Arahan Pengembangan Desa Tertinggal
Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Aspek
Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur
Jurnal : Jurnal Teknik ITS
Volume : Vol. 5
Halaman :
C108-C111
Tahun :
2016
Penulis :
Amelia Puspasari dan Arwi Yudhi Koswara
Reviewer :
M. Fathor Rohman
ABSTRAK
Kabupaten Bondowoso merupakan salah
satu kabupaten tertinggal di Provinsi Jawa Timur berdasarkan RPJMN tahun
2015-2019. Selain itu, terdapat kesenjangan antara nasional dan kabupaten
sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengembangan desa tertinggal di
Kabupaten Bondowoso. Permasalahan rendahnya kualitas dari Sumber Daya Manusia
(SDM), pelayanan infrastruktur dasar yang belum memadai antara desa satu dengan
desa lainnya, dan permasalahan tingginya angka kemiskinan yang terjadi di
Kabupaten Bondowoso sehingga untuk mengatasi hal tersebut dilakukan arahan
pengembangan desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial,
ekonomi, dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan
pegembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial,
ekonomi, dan infrastruktur.
PENDAHULUAN
Pengembangan desa tertinggal
merupakan merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan sebuah desa yang
dihuni oleh masyarakat pedesaan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi dan
keterbatasan fisik, menjadi desa maju dengan masyarakat pedesaan yang kualitas
hidupnya sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat
Indonesia lainnya.
Kabupaten Bondowoso merupakan salah
satu Kabupaten di Propinsi Jawa Timur yang termasuk kategori daerah tertinggal.
Permasalahan ketertinggalan di Kabupaten Bondowoso adalah permasalahan
pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kemiskinan, dan permasalahan pemenuhan
kebutuhan infrastruktur dasar yaitu infrastruktur sosial seperti sarana
kesehatan dan pendidikan serta infrastruktur seperti prasarana jalan yang
kurang memadai.
METODE
PENELITIAN
A. Jenis
dan Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan rasionalistik. Jenis penelitian dalam
penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.
B. Variabel
Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan
untuk mengidentifikasi faktor-faktor ketertinggalan desa di Kabupaten Bondowoso
antara lain tingkat pendidikan, ratio ketergantungan penduduk, tenaga kerja,
mata pencaharian penduduk, kemiskinan, tingkat kecukupan sarana pendidikan,
tingkat kecukupan sarana kesehatan, kondisi perumahan, jarak antara pusat desa
ke pusat kecamatan, tingkat ketersediaan sarana perdagangan, tingkat ketersediaan
prasarana listrik, dan tingkat ketersediaan prasarana air bersih.
C. Perumusan
Arahan Pengembangan Desa Tertinggal Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Aspek-Aspek
yang diprioritaskan menggunakan Analisis Deskriptif Narasi
Dalam penentuan arahan pengembangan
desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek-aspek yang diprioritakan
menggunakan analisis deskriptif berbentuk narasi. Dalam melakukan metode
analisis ini dilakukan dengan cara mengkomparasikan antara hasil analisis
tipologi desa tertinggal dengan kondisi eksisting.
HASIL
DAN DISKUSI
A. Identifikasi
Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketertinggalan Desa di Kabupaten Bondowoso
Berdasarkan hasil tinjauan pustaka
didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketertinggalan adalah :
1)
Aspek Sosial
Faktor
kualitas sumber daya manusia terdiri dari variabel tingkat pendidikan, rasio
ketergantungan penduduk, dan jumlah tenaga kerja sebesar 0,121.
2)
Aspek Ekonomi
Faktor
kondisi perekonomian masyarakat terdiri dari variabel mata pencaharian penduduk
bukan buruh tani, dan kemiskinan sebesar 0,189.
3)
Aspek Infrastruktur
Faktor
infrastruktur sosial terdiri-dari variabel tingkat kecukupan sarana pendidikan,
tingkat kecukupan sarana kesehatan, jumlah tenaga kesehatan, dan kondisi
perumahan sebesar 0,833.
Faktor yang berpengaruh dalam
ketertinggalan desa di Kabupaten Bondowoso yang terdiri dari 1) Faktor kualitas
sumber daya manusia dengan variabel tingkat, (2) Faktor perekonomian masyarakat
dengan variabel tingkat kemiskinan, (3) Faktor kondisi infrastruktur sosial
dengan variabel tingkat kecukupan sarana pendidikan, dan kondisi perumahan
serta (4) Faktor kondisi infrastruktur ekonomi dengan variabel tingkat
kecukupan prasarana listrik, dan tingkat ketersediaan sarana perdagangan.
B. Arahan
Pengembangan Desa Tertinggal Berdasarkan Aspek-Aspek yang Diprioritaskan
Arahan pengembangan desa tertinggal
kabupaten Bondowoso menggunakan analisis deskriptif berbentuk narasi. Hasil
narasi diambil dari sasaran kedua penelitian. Dari hasil penelitian didapatkan
bahwa tipologi desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial,
ekonomi, dan infrastruktur dibagi menjadi 3 tipologi, yaitu tipologi A yang
terbagi 9 desa, tipologi B yang terdiri dari 59 desa, dan tipologi C yang
terdiri dari 27 desa. Dari 95 desa yang diklasifikasikan sebagai desa
tertinggal adalah desa pada tipe C. Arahan pengembangan desa tertinggal
Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur
diprioritaskan di tipologi C karena tipe C merupakan desa yang tertinggal
terdiri dari 27 desa yang karakteristiknya lemah di aspek sosial, ekonomi, dan
infrastruktur dengan arahan pengembangannya adalah peningkatan aspek sosial,
ekonomi, dan infrastruktur.
KELEBIHAN
Tulisan
ini mudah dimengerti walaupun dengan bentuk deskriptif narasi dan dapat menjadi
acuan untuk pelaksanaan pengembangan desa.
KEKURANGAN
Tidak
terdapat contoh pada bagian kesenjangan pembangunan infrastruktur.