Senin, 23 September 2019

Review Jurnal Pedesaan



Judul                : Arahan Pengembangan Desa Tertinggal Kabupaten Bondowoso    Berdasarkan Aspek Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur
Jurnal               : Jurnal Teknik ITS
Volume            : Vol. 5
Halaman          : C108-C111
Tahun              : 2016
Penulis             : Amelia Puspasari dan Arwi Yudhi Koswara
Reviewer         : M. Fathor Rohman

ABSTRAK
            Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu kabupaten tertinggal di Provinsi Jawa Timur berdasarkan RPJMN tahun 2015-2019. Selain itu, terdapat kesenjangan antara nasional dan kabupaten sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso. Permasalahan rendahnya kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan infrastruktur dasar yang belum memadai antara desa satu dengan desa lainnya, dan permasalahan tingginya angka kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Bondowoso sehingga untuk mengatasi hal tersebut dilakukan arahan pengembangan desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pegembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur.
PENDAHULUAN
            Pengembangan desa tertinggal merupakan merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan sebuah desa yang dihuni oleh masyarakat pedesaan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi desa maju dengan masyarakat pedesaan yang kualitas hidupnya sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat Indonesia lainnya.
            Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Timur yang termasuk kategori daerah tertinggal. Permasalahan ketertinggalan di Kabupaten Bondowoso adalah permasalahan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kemiskinan, dan permasalahan pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar yaitu infrastruktur sosial seperti sarana kesehatan dan pendidikan serta infrastruktur seperti prasarana jalan yang kurang memadai.
METODE PENELITIAN
A.  Jenis dan Pendekatan Penelitian
            Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan rasionalistik. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.
B.  Variabel Penelitian
            Variabel penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor ketertinggalan desa di Kabupaten Bondowoso antara lain tingkat pendidikan, ratio ketergantungan penduduk, tenaga kerja, mata pencaharian penduduk, kemiskinan, tingkat kecukupan sarana pendidikan, tingkat kecukupan sarana kesehatan, kondisi perumahan, jarak antara pusat desa ke pusat kecamatan, tingkat ketersediaan sarana perdagangan, tingkat ketersediaan prasarana listrik, dan tingkat ketersediaan prasarana air bersih.
C.  Perumusan Arahan Pengembangan Desa Tertinggal Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Aspek-Aspek yang diprioritaskan menggunakan Analisis Deskriptif Narasi
            Dalam penentuan arahan pengembangan desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek-aspek yang diprioritakan menggunakan analisis deskriptif berbentuk narasi. Dalam melakukan metode analisis ini dilakukan dengan cara mengkomparasikan antara hasil analisis tipologi desa tertinggal dengan kondisi eksisting.
HASIL DAN DISKUSI
A.    Identifikasi Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ketertinggalan Desa di Kabupaten Bondowoso
            Berdasarkan hasil tinjauan pustaka didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketertinggalan adalah :
1) Aspek Sosial
Faktor kualitas sumber daya manusia terdiri dari variabel tingkat pendidikan, rasio ketergantungan penduduk, dan jumlah tenaga kerja sebesar 0,121.
2) Aspek Ekonomi
Faktor kondisi perekonomian masyarakat terdiri dari variabel mata pencaharian penduduk bukan buruh tani, dan kemiskinan sebesar 0,189.
3) Aspek Infrastruktur
Faktor infrastruktur sosial terdiri-dari variabel tingkat kecukupan sarana pendidikan, tingkat kecukupan sarana kesehatan, jumlah tenaga kesehatan, dan kondisi perumahan sebesar 0,833.
            Faktor yang berpengaruh dalam ketertinggalan desa di Kabupaten Bondowoso yang terdiri dari 1) Faktor kualitas sumber daya manusia dengan variabel tingkat, (2) Faktor perekonomian masyarakat dengan variabel tingkat kemiskinan, (3) Faktor kondisi infrastruktur sosial dengan variabel tingkat kecukupan sarana pendidikan, dan kondisi perumahan serta (4) Faktor kondisi infrastruktur ekonomi dengan variabel tingkat kecukupan prasarana listrik, dan tingkat ketersediaan sarana perdagangan.
B.     Arahan Pengembangan Desa Tertinggal Berdasarkan Aspek-Aspek yang Diprioritaskan
            Arahan pengembangan desa tertinggal kabupaten Bondowoso menggunakan analisis deskriptif berbentuk narasi. Hasil narasi diambil dari sasaran kedua penelitian. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tipologi desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur dibagi menjadi 3 tipologi, yaitu tipologi A yang terbagi 9 desa, tipologi B yang terdiri dari 59 desa, dan tipologi C yang terdiri dari 27 desa. Dari 95 desa yang diklasifikasikan sebagai desa tertinggal adalah desa pada tipe C. Arahan pengembangan desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur diprioritaskan di tipologi C karena tipe C merupakan desa yang tertinggal terdiri dari 27 desa yang karakteristiknya lemah di aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur dengan arahan pengembangannya adalah peningkatan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur.
KELEBIHAN
Tulisan ini mudah dimengerti walaupun dengan bentuk deskriptif narasi dan dapat menjadi acuan untuk pelaksanaan pengembangan desa.
KEKURANGAN
Tidak terdapat contoh pada bagian kesenjangan pembangunan infrastruktur.